Sabtu, 22 September 2012

Kupas Album:Systematic Chaos (Dream Theater)


Systematic Chaos adalah album studio ke 9 yang dihasilkan oleh band progressive metal ini dan merupakan album pertama Dream Theater dibawah label perusahaan Roadrunner Record.
Pembuatan/rilis
Album ini ditulis dan direkam dari bulan september 1996 hingga january 2007 di Avatar Studio New York dengan Mike Portnoy dan John Petrucci sebagai co-produser.

Mixing terakhir album ini dilakukan bertepatan dengan hari Valentine, 4 Februari. Sementara itu, pembuatan master CD dan daftar lagu dirilis pada tanggal 21 Februari, sedangkan peluncuran albumnya sendiri dilaksanakan pada tanggal 5 juni 2007.
Selain beredar dalam versi standar, diedarkan pula edisi spesial dalam bentuk DVD, yangberisikan isi dari CD standar dengan bonus dokumenter pembuatan album tersebut, “Chaos in Progress – The Making of Systematic Chaos”.
Lagu

Dalam interview dengan tama.com, mike portnoy menggambarkan album ini sebagai : “Berat dan berteknik, kuat dan dinamis – semua element yang diinginkan oleh para penggemar DT tersaji dalam albun ini, seperti kompilasi dari album-album DT terdahulu. Sangat dramatik dan agresif.”
50 orang penggemar DT yang berasal dari NY diberi kesempatan untuk berperan serta pembuatan album ini, kesempatan ini di berikan di forum internet mike portnoy. Dan hasilnya seperti yang terdengar pada suara latar di lagu “Prophets of War” dan juga pada lagu”In the Presence of Enemies Pt. 2″.
Repentance“, lagu ke 5 dari album ini merupakan lagu ke 6 dari 12 langkah penanganan problem kecanduan alkohol yang dilakukan oleh Mike Portnoy, dan memuat bagian ke VIII dan ke IX, berikut lengkapnya :
Seri 1 : The Mirror – Awake
Seri 2 : Lie – Awake
Seri 3 : The Glass Prison – Six Degrees of Inner Turbulence : bagian I, II dan III
Seri 4 : This Dying Soul – Train of Thought : bagian IV dan V
Seri 5 : The Root Of All Evil – Octavarium : bagian VI dan VII
Seri 6 : Repentance – Systematic Chaos : bagian VIII dan IX

Lagu Constant Motion yang merupakan single pertama dari album ini dirilis pada 27 april 2007, dan disusul videonya ada 13 juli 2007. Sebelum diumumkan sebagai single, lagu ini diisukan bakal menjadi satu-satunya lagu instrumental dalam album ini, tetapi itu bukan masalah, nyatanya album ini menjadi album ke 3 tanpa track intrumental (selain Images and Words dan Octavarium).
Menurut Mike Portnoy (yang juga salah satu produser album ini), lagu “In the Presence of Enemies” di pecah menjadi 2 bagian, yang pertama ada di track pertama dan yang kedua ada di track terakhir, meskipun dipisah tetapi lagu itu tetap merupakan 1 kesatuan, dia menjanjikan bahwa kedua track tersebuat akan dimainkan secara berurutan dalam sesi live-nya. Teknik pemenggalan dalam lagu ini berbeda dengan pembagian pada lagu “A Change of Seasons” atau “Octavarium”, dengan teknik ini, maka lagu ini menjadi lagu kedua terpanjang milik dream theater.
Track listing
  1. In the Presence of Enemies Pt. 1” – 9:00 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
    I. Prelude
    II. Resurrection
  2. Forsaken” – 5:36 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
  3. Constant Motion” – 6:55 (Dream Theater, lyrics by Portnoy)
  4. The Dark Eternal Night” – 8:51 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
  5. Repentance” – 10:43 (Dream Theater, lyrics by Portnoy)
    VIII. Regret
    IX. Restitution
  6. Prophets of War” – 6:01 (Dream Theater, lyrics by LaBrie)
  7. The Ministry of Lost Souls” – 14:57 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
  8. “In the Presence of Enemies Pt. 2” – 16:38 (Dream Theater, lyrics by Petrucci)
    III. Heretic
    IV. The Slaughter of the Damned
    V. The Reckoning
    VI. Salvation
Working titles
Seperti yang tampak pada DVD “Chaos in Progress – The Making of Systematic Chaos“, penamaan list sewaktu proses [perekaman adalah sebagai berikut :
  1. “The Pumpkin King” (In The Presence Of Enemies)
  2. “Korma Chameleon” (Constant Motion)
  3. “Carpet Babies” (Prophets Of War)
  4. “Schindlers Lisp” (The Ministry Of Lost Souls)
  5. “N.A.D.S” (The Dark Eternal Night)
  6. “Jetlag” (Forsaken)
  7. “Fisheye” (Repentance)
Style album ini tetap berpegang pada progressive dengan corak baladda yang di mix dengan epic-metal alla metallica. Lirik pada album ini agak berbeda dengan album2 terdahulu, disini DT menghadirkan beberapa lirik tentang fantasi mereka, tetapi lirik tentang personal tetap mereka pertahankan.

Fakta Dream Theater


Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike PortnoyJohn Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP). Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu denganJames LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.
Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit "Pull Me Under" dan "Another Day". Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thoughtthrash metal seperti Metallica. yang sangat dipengaruhi oleh grup
Album terbaru mereka yang berjudul Octavarium dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 2005 dan selain merupakan album studio kedelapan juga mengandung delapan lagu.
Setelah Dream Theater meluncurkan album Live mereka dalam memperingati 20 tahun Dream Theater terbentuk yang berjudulScore yang direkam pada tanggal 1 April 2006 di Radio City Music Hall,US. Mereka kembali bersiap meluncurkan album ke sembilan mereka dengan membawa bendera label record baru yaitu RoadRunner Records, mereka telah merampungkan albumSystematic Chaos yang berisi 8 lagu dan akan diluncurkan pada tanggal 5 Juni 2007 di US.

SEJARAH

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.
Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVDScore, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat "majestic". Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.
Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karier di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karier musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.
Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

KARAKTERISTIK PENULISAN LAGU

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa - masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.
Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen - elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut "nugget") tersembunyi di "In the Name of God", yang merupakan sandi morse dari "eat my ass and balls" (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata - kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat - peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal - hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.
Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:
  • Suara dari fonograf di akhiran dari "Finally Free" di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan "The Glass Prison" di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di "As I Am" sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran "In the Name of God" di 'Train of ThoughtOctavarium. adalah not yang sama dengan pembukaan "The Root of All Evil" di album berikutnya,
  • Tiga bagian dari "The Glass Prison" di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari "This Dying Soul" diTrain of Thought dan dua bagian dari "The Root of All Evil" di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin - poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu - lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson
  • Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian - bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu "6:00" dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di "Peruvian Skies", "Blind Faith" dan "Endless Sacrifice"
  • Penggunaan notasi yang berulang - ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu - lagu Charles Ives, contohnya:
    • Tema lagu "Wait for Sleep" muncul di "Learning to Live" (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di "Just Let Me Breath" (menit 3:39 dan 5:21)
    • Tema lagu "Learning to Live" muncul di "Another Day" (menit 2:53)
    • Tema lagu "Space-Dye Vest" digunakan beberapa kali di album Awake.
    • Tema pembukaan dari "Erotomania" digunakan di "Voices" di Awake (menit 4:51).
    • Satu dari melodi - melodi di "Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)" diulang di chorus kedua di "Home" dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari "Metropolis Pt 1" just digunakan di "Home". Pada dasarnya, keseluruhan album "Scenes From A Memory" penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen - elemen musikal dari "Metropolis Pt 1" dan "The Dance of Eternity" sebenarnya dibangun dari variasi - variasi elemen musik di lagu - lagu dalam album tersebut.
    • Bagian - baguan dari tiap lagu di album "Octavarium" telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, "Octavarium".
  • Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter - karakter angka enam di judul - judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kataocto, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagi dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter - karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak - kotak putih dan kotak - kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.
  • Lagu "Octavarium" dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan - akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran "Octavarium"
  • Analisis detil tentang "nugget" di "Octavarium" (disebut oleh Mike Portnoy sebagai "sebuah nugget raksasa") telah dipublikasikan di sebuah situs independen